34 Kasus Kehilangan di Madinah, Meningkat Dibanding 2010

Laporan dari Arab Saudi

34 Kasus Kehilangan di Madinah, Meningkat Dibanding 2010

- detikNews
Minggu, 23 Okt 2011 16:07 WIB
34 Kasus Kehilangan di Madinah, Meningkat Dibanding 2010
Madinah - Kasus kehilangan uang yang menimpa calon jamaah haji (calhaj) selama di Madinah, meningkat dibanding tahun lalu.

"Tren kasus tahun ini meningkat, ada 34 kasus," lapor Kadaker Akhmad Jauhari di depan tim pengawas haji DPR, yang bertandang ke Madinah, Minggu (23/10/2011).

Kasus kehilangan itu 10 kasus terjadi di pemondokan, sisanya di lingkungan Masjid Nabawi. Untuk kasus kehilangan di hotel, ada total Rp 77 juta uang yang hilang (kecurian).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rp 24 juta sudah diganti majmuah," kata Kadaker.

Sedangkan kehilangan di luar hotel belum ada mekanisme pergantian.

Untuk pelaku kejahatan, tahun lalu didominasi warga Indonesia. Sedang tahun ini ada juga warga asing seperti warga Pakistan.

Kadaker menuturkan, seorang jamaah menjadi korban kejahatan wanita Pakistan tersebut. Saat ini jamaah tersebut telah berpindah ke Makkah. Sementara, polisi di Madinah ingin terus memproses kasus itu. "Kami kesulitan menghadirkan jamaah yang sudah di Makkah tersebut," kata Kadaker.

Tim pengawas haji DPR tersebut terdiri dari gabungan Komisi VIII, IX dan V. Mereka telah meninjau kondisi Jeddah dan berada di Saudi hingga 28 Oktober.

Tim pengawas tersebut adalah:

1. Ahmad Zainuddin Bashiran (ketua tim/wakil ketua Komisi VIII,Agama)
2. Muhammad Baghowi Haji Ghozali
3. Syafwatillah Muhammad Zaini Bahnan
4. Mahrus Munir Mawardi
5. Kasma Bouty Hasan
6. Humaedi Muhammad Solikhan
7. Muhammad Busro suhud
8. M. Lutfhi Muhammad Nur
9. Rumini Buchori Kastoebi
10. Ina Amania Syuhul
11. Amran Arfan Sarpang
12. Ali Maschan Moesa
13. Soemintarsih Muntoro Slamet
14 M. Malkan Amin (komisi V, Perhubungan)
15. M. Iqbal Chamsyah (Komisi IX, Kesehatan)
16. Dhiana Anwar Djaelani Anwar (Komisi IX).

Hingga berita ini dilaporkan pukul 12.00 WAS atau 16.00 WIB, rapat pimpinan Daker Maddinah dan DPR masih berlangsung di lantai 1 kantor Daker.

(nrl/irw)


Berita Terkait