"Sekarang profesionalisme hampir tidak ada harganya," kata Rokhmin saat memberi sambutan dalam peletakan batu pertama rumah sakit tanpa kelas di kampung halamannya, Desa Gebang, Kabupaten Cirebon, Minggu (23/10/2011). Hadir pula dalam acara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Dalam acara yang dihadiri 7 ribuan masyarakat pesisir itu, Rokhmin mengatakan, sebenarnya tidak masalah Presiden memilih orang parpol asalkan sesuai keahliannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut Kementerian ESDM dan Kementerian Perhubungan sebagai kementerian yang tidak dipimpin oleh ahlinya. "Rata-rata kementerian teknis ini dipimpin oleh bukan ahlinya," kata kader PDI Perjuangan ini.
Rokhmin menilai profesional tidak dihargai karena pertimbangan politik menjadi yang nomor satu. Dia mengungkapkan pengalamannya memimpin kementerian teknis itu tidak mudah.
"Kalau menteri tidak tahu apa yang mau di-manage, gimana mau me-manage. Pada hemat saya ini lebih banyak pencitraan," ujarnya.
Rokhmin pun menceritakan saat ia ditunjuk Megawati Soekarnoputri, presiden saat itu, menjadi menteri kelautan dan perikanan. Dia mengatakan, dipilih Megawati karena ia pernah memaparkan visi perikanan Indonesia.
"Saya pernah melakukan pemaparan saat Ibu Mega masih menjadi wapres. Ibu Mega bilang visi saya membangun perikanan jempol dan Ibu Mega bilang saya doktor nelayan asli, karena besar di kampung nelayan," kata pria yang mendapatkan gelar doktor dari universitas di Kanada ini.
(lrn/irw)











































