Di kawasan pusat kota, jalan-jalan besar umumnya selalu dipasangi marka kejut. Jaraknya antara 200 hingga 500 meter, bahkan bisa lebih dekat dari itu. Hal itu misalnya di Uhuru Highway yang berada di pusat Kota Nairobi.
Uhuru yang berarti kemerdekaan dalam bahasa Kiswahili, tak bisa serta merta diartikan kemerdekaan dalam berkendaraan karena adanya marka kejut. Gundukan yang dimaksudkan agar pengemudi mengurangi kecepatan, malah menjadi penghambat perjalanan dan dapat menyebabkan kecelakaan.
“Kadang sering terkejut juga, apalagi kalau mengemudi malam hari,” kata Arianto, salah seorang warga Indonesia yang bekerja di Kenya, Minggu (23/10/2011).
Marka kejut dipasang di Kenya, umumnya tidak diberi tanda secara khusus, seperti warna putih atau kuning menyala yang dapat membuat pengemudi awas, terutama pada malam hari. Jadi ketika tengah melaju di jalan luar kota dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba mobil terbang dan mendarat keras karena melintasi marka kejut dan dashboard mobil copot.
Orang-orang setempat saja, kata Ariantro, juga ikut kesal dengan banyaknya marka kejut itu. Mereka bingung mengapa begitu banyak gundukan di jalan.
(rul/nwk)











































