Belasan Preman di Parkiran GBK Senayan Diciduk

Belasan Preman di Parkiran GBK Senayan Diciduk

- detikNews
Minggu, 23 Okt 2011 09:45 WIB
Jakarta - Aparat kepolisian menciduk sedikitnya 18 preman di area parkiran kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat. Mereka ditengarai melakukan aksi pemalakan terhadap pengendara yang parkir di kawasan Senayan.

"Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Operasi Sikat Jaya 2011, kemudian terkait juga dengan pengamanan SEA Games ke-26 sehingga kita sterilisasi lokasi," kata Kepala Polsek Tanah Abang AKBP Johanson R Simamora saat dihubungi detikcom, Minggu (23/10/2011).

Johanson mengatakan, dalam operasi tersebut pihaknya mengamankan 18 orang pria. Operasi dilakukan pada Sabtu, 22 Oktober 2011 mulai pukul 14.00-17.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Operasi ini melibatkan puluhan anggota gabungan dari Polres Jakarta Pusat dan Polsek Tanah Abang, baik petugas berseragam maupun petugas berpakaian preman.

Belasan preman yang sebagian besar merupakan warga asal Indonesia bagian timur itu diamankan di area parkir timur, parkir barat, plaza selatan dan plaza barat. Juru parkir liar ini menjamur manakala kawasan tersebut diramaikan oleh berbagai event.

"Seperti di depan Istora Senayan itu, kemarin, sedang berlangsung kegiatan Festival Pemuda dan Olah Raga," kata dia.

Sementara di Plaza Senayan berlangsung kegiatan ultah dari salah satu radio swasta di Jakarta. Sementara di area parkir barat tengah berlangsung kegiatan grand final LA Light.

"Mereka masih kami interogasi dulu, apakah mereka melakukan tindak pidana atau tidak," kata dia.

Dijelaskan dia, operasi ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat yang merasa diresahkan dengan adanya preman-preman tersebut. Preman tersebut ditengarai memungut uang parkir secara paksa.

"Karena kan pas masuk itu sudah bayar, nah di dalam itu, kalau mau keluar dimintai lagi sama mereka," kata Johanson.

Parahnya lagi, selain memaksa, juru parkir liar itu menarif harga yang tinggi. Tidak cukup Rp 2 ribu, mereka meminta bayaran hingga Rp 10 ribu.

"Kalau orangnya ikhlas, kalau tidak? Kan nggak boleh memaksa," tutur dia.

Johanson menambahkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap belasan pria tersebut. Mereka kini masih ditahan di Mapolsek Tanah Abang.

(mei/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads