Kampus Kebanjiran, Mayoritas Pelajar Indonesia di Thailand Mudik

Banjir di Thailand

Kampus Kebanjiran, Mayoritas Pelajar Indonesia di Thailand Mudik

- detikNews
Minggu, 23 Okt 2011 09:24 WIB
Kampus Kebanjiran, Mayoritas Pelajar Indonesia di Thailand Mudik
Jakarta - Beberapa wilayah di Thailand dilanda banjir besar. Banjir Thailand juga telah menenggelamkan kampus Asian Institute of Technology (AIT), tempat kuliah 61 pelajar Indonesia. Kampus AIT terletak di Propinsi Pathumthani, Thailand.

Demikian disampaikan mahasiswa program doktor Industrial and Manufacturing Engineering, Asian Institute of Technology Thailand, Risdiyono, kepada detikcom, Minggu (23/10/2011).

Tanggul yang dibuat mengelilingi kampus tempat belajar mayoritas mahasiswa Indonesia di Thailand itu akhirnya jebol sepanjang 4 meter dan dengan cepat air memasuki area kampus pada hari Jumat (21/10). Proses evakusi segera dilakukan dengan menggunakan 17 bus yang memang sudah disediakan beberapa hari sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Evakuasi dilakukan oleh pihak kampus menuju ke kedutaan masing-masing (termasuk Indonesia yang memang sudah dihubungi sebelumnya. Dari 61 mahasiswa Indonesia yang belajar di sana, mayoritas sudah pulang ke Indonesia dan sebagian sudah mengungsi ke daerah yang lebih aman sebelum bencana terjadi," tambah Dosen Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini.

Saat evakuasi dilakukan pada pukul 17.00 waktu setempat, WNI yang masih bertahan di kampus sebanyak 26 orang termasuk anak kecil dan balita. Oleh pihak KBRI, para mahasiswa kemudian ditempatkan di beberapa apartemen tempat tinggal para staf, sambil menunggu langkah berikutnya.

Sedianya, para pengungsi akan ditempatkan di GOR KBRI. Akan tetapi karena lingkungan KBRI Bangkok juga rawan banjir, maka rencana tersebut dibatalkan. Saat ini ketinggian air di dalam kampus mencapai 4,5 meter, menenggelamkan lantai 1 mayoritas gedung dan perlahan memasuki lantai 2.

"Diperlukan waktu 1-2 bulan untuk mengeringkan kampus dari air kotor akibat banjir karena situasi kampus memang sudah seperti danau besar yang lebih rendah dari sekelilingnya. Banjir yang telah menewaskan lebih dari 350 jiwa dan membuat sekitar 110.000 orang mengungsi ini merupakan banjir terburuk yang melanda Negeri Gajah Putih dalam beberapa dekade terakhir ini. Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra, sudah memberlakukan undang-undang bencana nasional untuk menjalankan prosedur darurat," tutur Risdiyono.

(van/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini