"Mestinya menurut kami semua menteri ya harus legowo kalau direshuffle," ujar Wakil Ketua FPD DPR, Sutan Bathoegana.
Hal ini disampaikan Sutan kepada detikcom, Minggu (23/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira ini perlu komunikasi yang intens saja. Wajar menurut saya siapapun dia kecewa karena direshuffle apalagi hari ini masih di kabinet besok pagi tidak. Tetap harus didiskusikan jangan menjadi polemik," tuturnya.
Fadel Muhammad mengaku legowo dengan pencopotannya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Setelah melakukan perenungan dan introspeksi serta mendapatkan masukan dari koleganya, ia tahu kelemahannya. Apa itu?
"Saya baru menyadari bahwa selama menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, sikap saya dalam memperjuangkan ekonomi rakyat terlampau keras," ujar Fadel.
Hal ini ia sampaikan saat menggelar jumpa pers di kediaman dinasnya di Komplek Widya Chandra V No 26, Jakarta Selatan, Sabtu (22/10/2011).
Menurut Fadel, ia terlalu keras dalam menolak kebijakan impor garam dan ikan. Sikap ini dinilainya bertentangan ekonomi pasar bebas.
"Kebijakan yang saya buat dianggap berpotensi merugikan kepentingan para penganut ekonomi pasar bebas. Sikap saya ini adalah mandat konstitusi yang harus memperjuangkan rakyat kecil," terangnya.
Fadel Muhammad dicopot dari kursi Menteri Kelautan dan Perikanan. Kursi Fadel digantikan Sharif Cicip Sutarjo yang juga sama-sama Wakil Ketua Umum Partai Golkar.
(van/gah)











































