"Persoalannya bukan sekedar berani atau tidak berani, kami harus meresponnya dengan pertimbangan secara komprehensif, proporsional dan terukur. Kami tidak ingin terjebak dengan provokasi dan agenda orang lain, kami lebih mencintai bangsa dan negara ketimbang kepentingan sesaat dan emosional," tutur Sekretaris FPKS DPRm Abdul Hakim, kepada detikcom, Minggu (23/10/2011).
Untuk keluar koalisi, menurut Abdul, tidaklah semudah membalik telapak tangan. Karena itu PKS tak bisa spontan keluar koalisi, meski posisi mereka di koalisi kian sulit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berharap sesama partai koalisi maupun pengamat tidak terus menyudutkan PKS untuk segera keluar koalisi. PKS pun berharap semua pihak menghormati apapun keputusan Majelis Syuro PKS dalam waktu dekat.
"Kami ingin ada kemajuan demokrasi yang lebih substansial, mengantarkan negeri menjadi cita-cita harapannya, menjadi negeri yang adil, makmur, mandiri dan berkeadilan. Beri waktu yang cukup bagi kami untuk menentukan sikap. Mana yang lebih baik bagi bangsa dan negara dalam kondisi seperti ini, tetap dalam koalisi atau diluar,"tandasnya.
(van/gah)











































