Ditengah ketidaknyamanan setelah kehilangan menterinya, PKS pun tetap bertahan di koalisi. Sekretaris FPKS DPR Abdul Hakim membenarkan hal ini. PKS masih ingin ikut melanggengkan pemerintahan SBY-Boediono sampai tahun 2014.
"Mungkin untuk masalah pengurangan menteri kami tidak nyaman, tapi mungkin nyaman di bagian lainnya. Kita ingin meneruskan kontrak politik kita sampai tahun 2014," ujar Sekretaris FPKS DPR, Abdul Hakim, kepada detikcom, Minggu (23/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertimbangannya bukan nyaman atau tidak nyaman. PKS adalah partai dakwah dia harus nyaman dengan siapapun agar bisa berdakwah. Mestinya PKS itu nyaman dimanapun," tutur Abdul Hakim.
Karena itu kemungkinan besar Majelis Syuro PKS nantinya benar-benar akan mengalah dan menghormati komitmen mereka dengan SBY. Namun dipastikan PKS akan tetap kritis. PKS berharap sikap kritisnya tidak diterjemahkan macam-macam.
"Kita sudah berkomunikasi dengan Pak SBY, bersepakat untuk membersihkan pemerintahan dari KKN. Jangan terlalu resisten terhadap sikap kritis, kita hanya ingin meneruskan kontrak kita sampai tahun 2014. Sikap kritis jangan ditafsirkan kita ingin menjatuhkan Pak SBY," harapnya.
(van/gah)










































