46 Imigran Afghanistan dan Timur Tengah Ditangkap di Karanganyar

46 Imigran Afghanistan dan Timur Tengah Ditangkap di Karanganyar

- detikNews
Minggu, 23 Okt 2011 00:04 WIB
Karanganyar - 80 imigran bermasalah asal berbagai negara dari Asia Tengah dan Timur Tengah menginap di sebuah penginapan di lereng Lawu di Karanganyar, Jateng. 46 orang berhasil ditangkap polisi. Sisanya, 34 imigran bermasalah itu melarikan ketika didatangi petugas kepolisian.

80 imigran tersebut berasal dari Afghanitan, Pakistan, Iran, dan Turki. Mereka ditangkap polisi saat berada di Des Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, Sabtu (22/11/2011).

Menurut kepala Desa Berjo, Dwi Haryanto, keberadaan para imigran tersebut di desanya hanyalah menginap di sebuah rumah penginapan milik salah seorang warga bernama Margono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum berada di Ngargoyoso, para imigran itu terlebih dulu tinggal bersama di sebuah rumah warga di Kecamatan Karangpandan, Karanganyar. Namun karena merasa kurang nyaman, mereka lalu mencari tempat baru di Ngargoyoso tersebut. Mereka mulai berdatangan secara bergelombang sejak Sabtu dinihari.

Pada Sabtu sore, para imigran tersebut berniat berjalan-jalan di kawasan pedesaan yang indah di lereng Gunung Lawu tersebut. Si pemilik penginapan merasa khawatir keselamatan para tamunya, sehingga menghubungi polisi setempat dengan maksud diminta untuk mengawal para tamu asing itu.

Namun apa lacur? Justru ketika petugas polisi datang, para imigran itu lari tunggang-langgang. Mereka lari menyebar ke berbagai arah untuk menjauhi petugas. Karena curiga, akhirnya polisi dibantu warga sekitar melakukan pengejaran.

โ€œDari 80 orang itu, saat ini 46 orang sudah berhasil kami tangkap. Mereka kami amankan kembali di rumah penginapan milik Pak Margono dengan penjagaan ketat dari kami dibantu aparat TNI,โ€ ujar Kapolsek Ngargoyoso, AKP Riyanto, Sabtu (22/10/2011) malam.

Riyanto mengatakan dari 46 orang yang tertangkap, hanya sebagian kecil yang memiliki dokumen baik berupa paspor maupun surat khusus dari UNHCR, badan PBB yang mengurusi pengungsi. Hanya yang berasal dari Afghanistan yang memiliki dokumen tersebut, sedangkan imigran dari tiga negara lainnya sama sekali tidak memiliki dokumen perjalanan.

Para imigran itu terdiri dari anak-anak balita hingga dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. Riyanto mengatakan, dari pemeriksaan awal belum diketahui secara pasti, apa tujuan mereka tinggal di kawasan tersebut. Dia mengatakan para imigran bermasalah itu, sering menolak memberikan jawaban atas pertanyaan petugas.

โ€œSemalam ini mereka masih kami inapkan disini, sambil mencari 34 lainnya yang melarikan diri saat didatangi petugas. Rencananya besok siang (Minggu, 23/11) akan ada petugas dari Imigrasi dan UNHCR menjemput mereka disini. Selanjutnya, sesuai rencana, mereka akan dibawa ke Jakarta,โ€ lanjut Riyanto.

(mbr/van)


Berita Terkait