"Yang paling mendasar masalahnya masih sama yaitu masalah over kapasitas. Itu membawa banyak konsekuensi mulai dari tingkat kenyamanan, tingkat kemananan dan tingkat kesehatan. Mulai dari tingkat kenyamanan yang seharusnya diisi 40-50 orang harus diisi 100-200 orang. Mulai dari tingkat keamanan kalau 1 regu ada 30, harus mengawasi 3000, 1 banding 100. Dari tingkat kesehatan tentu akan menimbulkan persoalan kesehatan," tutur Denny usai mengunjungi Rutan Salemba di Jakarta Pusat, Sabtu (22/10/2011).
Ia pun akan melaporkan temuannya ke Menkum HAM Amir Syamsuddin. Ia ingin mencari solusi dari masalah rutan yang kelebihan kapasitas ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Denny menuturkan kunjungan ke rutan akan sering dilakukan baik oleh dirinya atau Menkum HAM langsung. Ia hanya ingin memantau bagaimana cara kerja petugas rutan.
"Saya yakin masyarakat akan adil menilai, saya dan Pak Menteri akan mencari solusi masalah over kapasitas, ini terjadi di semua ruang tahanan. Satu karakteristik yang menurut saya bisa dijadikan pintu masuk dan menjadi jalan keluar adalah hampir rata-rata 50-60 persen adalah terkait kejahatan narkoba, salah satunya memungkinkan atau tidak melakukan masuk diversifikasi napi narkoba," terangnya.
Menurutnya Presiden SBY sudah tahu banyak rutan kelebihan kapasitas. Anggaran pun sudah disediakan untuk menangani masalah ini.
"Presiden sudah tahu soal over kapasitas, sudah ada anggaran kurang lebih satu triliun. Salah satu yang kita sedang bangun di Sumatera Barat, di luar itu ada ide untuk mentransfer napi terkait narkoba ke rehabilitasi untuk masalah kesehatan. Ada pemikiran untuk memindahkan napi ke rutan yang kapasitasnya masih meungkinkan, itu semua akan dikaji kemungkinan terbaiknya, bismilah ada solusinya," harapnya.
(van/gah)











































