Diungkapkan seorang tetangganya, Dewi, Rahmat pindah dari kontrakan berukuran 3x6 meter itu pada Kamis (20/10) lalu, atau sehari sebelum ia ditangkap. Kepada tetangganya, Rahmat mengatakan bahwa ia dan Hertati serta anaknya ER akan pindah kontrakan ke kawasan Semper, Koja, Jakarta Utara.
"Terus barang-barangnya dititip sama Tati, katanya ambil saja, buat kita," kata Dewi kepada wartawan di lokasi, Sabtu (22/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetangga lainnya, Tati Wulandari (29) mengakui kalau ia juga diberi sejumlah barang milik Rahmat. Tati adalah orang yang dititipi barang-barang milik Rahmat.
"Kalau saya tahu dia membunuh, saya nggak akan mau dititipi atau dikasih barang," kata Tati.
Tati sendiri baru mengetahui kasus Rahmat pada Jumat (21/10) kemarin. Tati mengaku tidak pernah menduga kalau Rahmat telah membunuh kedua korban.
"Saya tahu pas Jumat kemarin, dia diborgol sama Pak Polisi. Cuma saya nggak tahu kalau dia membunuh Mami Ita (panggilan Hertati) dan Ita (penggilan anak Hertati)," kata dia.
Adapun, barang yang dititipkan Rahmat kepada Tati terdapat dua kardus dan sebuah meja kecil dan helm. Dalam kardus terdapat barang-barang seperti kasur 'Palembang', bantal serta baju-baju milik korban dan Rahmat.
Sementara Kepala Subdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Helmy Santika mengatakan, Rahmat juga memberikan secara cuma-cuma pisau dapur yang digunakan untuk menusuk Hertati.
"Pisaunya dikasih sama tetangganya. Hanya saja pisaunya sudah dicuci bersih," kata Helmy.
Helmy mengatakan, pihaknya telah menyita pisau dapur tersebut. Helmy mengungkapkan, meski pisau tersebut telah dicuci, pihaknya masih bisa mengambil sample darah dari pisau tersebut.
"Biasanya masih ada. Ya kita serahkan ke Puslabfor apakah masih bisa dilihat bekas bercak darahnya atu tidak," kata Helmy.
(mei/van)










































