"Mau jadi pemimpin dipsikotes dulu. Kami bekerjasama dengan UI (Universitas Indonesia), semuanya akan terkena psikotes," kata Megawati.
Hal itu dikatakan Megawati saat memberi pengarahan kepada seribuan kader PDI Perjuangan se-Kabupaten/Kota Cirebon di Pendopo Kabupaten Cirebon , Jl Kartini, Jawa Barat, Sabtu (22/10/2011). Hadir pula Bupati Cirebon Dedi Supardi dan jajaran DPP PDI Perjuangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini agar menjadi fair dan adil, karena bukan kita yang menyentuh langsung," ujarnya.
Megawati mengatakan, kalau saat menjadi calon presiden ia saja dites, kenapa hal itu tidak dilakukan di tingkat bawah. "Ya mau jadi pemimpin harus seperti itu," ujar Presiden ke-5 RI ini.
Kader Mundur
Dalam kesempatan yang sama, Megawati juga menyampaikan aturan baru partai terkait pencalonan kepala daerah. Isinya, jika kader partai yang duduk di legislatif ingin maju menjadi calon kepala daerah, yang bersangkutan harus mengundurkan diri.
"DPP partai memutuskan ketua cabang yang menjadi ketua DPRD harus memilih. Kalau mau keinginan masuk ke eksekutif, tidak boleh masuk legislatif. Diam-diam saja dia, nanti tunggu kalau ada Pilkada," katanya.
Sebaliknya, "Kalau sudah di DPRD, diam di situ sampai 5 tahun," kata Megawati disambut gelak tawa para hadirin.
Megawati mengatakan, aturan baru tersebut dibuat menyusul adanya ribut-ribut di internal partai terkait pencalonan kepala daerah. Dia menegaskan, partai didirikan bukan untuk segelintir orang.
"Karena partai ini bukan untuk diri sendiri, partai ini milik banyak orang. Jadi sudah jelas," ujarnya.
(lrn/van)











































