"Waktu saya bertemu dengannya, saya bertanya 'kenapa kamu tutup negaramu terus? (Khadafi menjawab) 'Lah kenapa? Kita kaya, kita punya minyak. Kita yang tentukan minyak kita'," kata Megawati menirukan Khadafi.
Cerita itu dituturkan Megawati saat memberi pengarahan kepada seribuan kader PDI Perjuangan se-Kabupaten/Kota Cirebon di Pendopo Kabupaten Cirebon , Jl Kartini, Jawa Barat, Sabtu (22/10/2011). Hadir pula Bupati Cirebon Dedi Supardi dan jajaran DPP PDI Perjuangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Libya, kata Megawati, minyak dikelola untuk kepentingan rakyat negara itu secara luas. "Yang mengerjakan (asing) hanya mendapat sebatas apa yang bisa ia dapat. Tapi kita?" keluh Megawati.
Megawati pun menduga campur tangan Barat terhadap politik Libya dilatarbelakangi kepentingan penguasaan minyak negara itu.
"Libya yang mau diambil minyaknya. Tapi bayangkan, produksi 600 ribu barrel mau ditingkatkan 1,6 juta barrel, kalau sudah dikavling-kavling buat orang luar gimana?" tanya Megawati.
Intervensi Asing
Megawati juga menyampaikan, sejak awal ia menyayangkan campur tangan Barat terkait politik dalam negeri Libya.
"Kalau dijatuhkan oke saja, itu dinamika politik. Tapi kalau orang asing sudah masuk, saya nggak cocok, kenapa orang asing dia harus begini, harus begini. Kenapa nggak rakyat Libya yang menentukan nasibnya sendiri?" ujar putri proklamator Bung Karno ini.
(lrn/gah)











































