Tangisan Duka di Pesta Pernikahan

Kisah \"Tronton Maut\"

Tangisan Duka di Pesta Pernikahan

- detikNews
Senin, 12 Jul 2004 22:46 WIB
Semarang - Pesta pernikahan memang seharusnya penuh dengan suasana bahagia. Namun kondisi itu tidak terjadi pada pernikahan Anam (32) dan Pangestuti (27) di Ds. Dedor, Kec. Jambu, Kab. Semarang, Jawa Tengah, yang justru diselimuti rasa duka yang mendalam.Rumah keluarga Tamri, Minggu (11/7/2004), sekitar pukul 09.00 WIB sangat ramai dan meriah. Puluhan tamu silih berganti berdatangan dan mengucapkan selamat pada sepasang pengantin.Namun pada pukul 14.00 WIB, suasana berubah drastis menjadi mencekam. Jerit tangis dan teriakan kesakitan saling sahut menyahut ketika sebuah truk tronton pengangkut semen menyeruduk teras rumah. Saat itu, tamu-tamu sedang menikmati sajian santap siang. Akibatnya, sebanyak 32 orang jadi korban truk tronton nopol Z 9003 HK dan 16 orang diantaranya tewas sedangkan sisanya luka berat dan ringan. Mereka semua langsung dilarikan ke RSU Ambarawa, RS Bina Kasih Ambarawa, dan RS Elizabeth Semarang.Nirwoto (47) yang kehilangan seorang putra Ryan (10) dan istri Tinah tidak pernah membayangkan musibah itu akan menimpa belahan hatinya. Sopir angkot itu mengaku, tidak tahu kalau anak dan istrinya jadi korban. Ia hanya diberitahu temannya Kopral bahwa ada kecelakaan di acara resepsi."Ketika saya ke rumah Pak Tamri, semuanya sudah kacau balau. Panggung dan teras sudah ambruk. Lalu, saya ke rumah sakit, ternyata istri saya ikut jadi korban," tuturnya kepada detikcom di rumahnya sebelumpemakaman dimulai, Senin (12/07/2004).Ia baru mengetahui Ryan menjadi korban ketika pihak RSU Ambarawa membawa jenazahnya ke Masjid Baethul Khamed Ds. Dedor Kec Jambu Kab Semarang. Nirwoto sendiri mengaku sempat menerima firasat.Ia mengungkapkan sempat bermimpi menghadiri pesta mewah di sebuah rumah pada Kamis, (8/7/2004) malam. "Mirip penyambutan tamu negara. Ternyata itu pertanda kematian bagi..," katanya sesenggukan dan tak mampu melanjutkan pembicaraan lagi.Salah seorang korban terluka Syukron (22) menceritakan, tidak pernah menyangka akan ikut dalam musibah itu. Saat kejadian, ia sedang duduk-duduk menikmati suasana meriah. Ketika truk menyeruduk panggung, ia tidak lagi sempat menghindar."Untung saja, saya hanya kena kepala. Saya tidak tahu kena apa, tiba-tiba kepala saya sudah berdarah," katanya ketika di temui di RSU Ambarawa.Dirinya menambahkan melihat beberapa orang yang tertimpa panggung dan ada juga yang ada di bawah truk serta mendengar jerit minta tolong dan tangis. Ia segera keluar dari reruntuhan itu. Begitu sadar ia sudah berbaring di rumah sakit.Sering KecelakaanParmadi (54), kakak kandung Tamri, mengatakan tidak merasa ada pertanda apa pun. Kejadian itu dianggapnya sebagai musibah yang kebetulan terjadi. Karena, menurutnya, di jalan depan rumah Tamri memang sering ada kecelakaan."Jalannya kan menanjak. Sering kali truk-truk bermuatan berat itu tidakkuat lalu nyemplung ke dekat jembatan atau mogok. Yang inikecelakaan paling besar," katanya kepada detikcom di lokasikejadian.Akibat kecelakaan tersebut, Tamri kini mengalami shock berat. Begitu juga dengan kedua mempelai, Anam dan Pangestuti. Mereka berdua meninggalkan rumah menuju rumah Anam di Ngawi Jawa Timur.Truk tronton maut itu telah menghancurkan teras dan bagasi rumah Tamri. Semen yang jumlahnya puluhan sak tersebut masih tercecer di sekitar rumah. Darah yang mengering di tembok maupun di tanah masih terlihat jelas seperti menyisakan tangis para korban.Jenazah para korban kini sudah dimakamkan di 4 TPU, yakni di TPU Dedor, Kalangan, Ngisrep, dan Jambu. Ratusan orang ikut mengantar kepergian mereka termasuk beberapa pejabat daerah setempat. (ton/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads