"Pelakunya dua orang. Ternyata fiktif itu. Dia (Rahmat) lempar ke orang lain," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Gatot Edy Pramono saat dihubungi detikcom, Sabtu (22/10/2011).
Gatot mengatakan, awalnya Rahmat memang menyebut ada satu orang lagi yang ikut dalam aksi bejatnya membunuh Ertati dan anak Ertati, ER. Namun setelah dikonfrontir dengan sejumlah saksi, tidak ada orang lain selain Rahmat dan Kris yang terlibat dalam pembunuhan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gatot, Rahmat dan Ertati berasal dari kampung yang sama di Lampung. Keduanya sudah menjalin hubungan kekasih sejak tahun 2009. Ertati yang mempunyai 3 orang anak ini, kemudian hijrah ke Jakarta sejak dua bulan lalu.
"Dia bawa satu anaknya yang umur 6 tahun itu. Nah kita masih dalami katanya dia punya suami," jelasnya.
Sumber detikcom di kepolisian menyebutkan hasil otopsi terhadap Ertati ditemukan kalau dubur Ertati berbentuk corong.
"Ya kita nggak mungkin beritahu publik soal ini di awal nanti nggak ada yang mau kasih informasi mengenai si korban. Kita nggak tahu dia begituannya sama siapa," jelasnya.
Menurut sumber tersebut, Rahmat tidak mengaku kalau dirinyalah yang melakukan hubungan badan lewat jalur belakang tersebut. "Ya dia nggak ngakulah," ungkapnya.
(gus/gah)











































