PKS Galak, Tapi Tak Akan Tinggalkan SBY

PKS Galak, Tapi Tak Akan Tinggalkan SBY

- detikNews
Sabtu, 22 Okt 2011 07:12 WIB
PKS Galak, Tapi Tak Akan Tinggalkan SBY
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan segera menggelar rapat Majelis Syuro untuk menentukan langkah setelah reshuffle. Meski terkesan galak dan banyak mengkritik pemerintahan SBY dan koalisi, namun diduga kuat PKS tak akan meninggalkan koalisi.

"PKS tentunya berfikir panjang dan akan memilih dengan beberapa alasan. Saya melihat PKS akan memilih bertahan dalam koalisi. Demi kepentingan Pemilu 2014, tentunya lebih menguntungkan berada di kabinet," ujar pengamat politik Arya Fernandes kepada detikcom, Sabtu (22/10/2011).

Arya menilai, ada beberapa keuntungan PKS berada di dalam kabinet. Pertama, PKS bisa menunjukan prestasi selama dalam kabinet untuk kepentingan kampanye. Akses dana dan pemberitaan media pun dinilai lebih baik jika berada dalam kabinet, dibanding menjadi oposisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dia di luar, agaknya sulit membuat imej baru sebagai oposisi hanya dalam waktu 3 tahun. Sementara imej oposisi sudah lebih dulu ada pada PDIP," terang Arya.

Mengenai berbagai ancaman dan ketidakpuasan PKS terhadap SBY, menurut Arya, hal itu hanya untuk menggertak saja. PKS pun perlu menunjukkan taringnya dan tidak mengikuti mentah-mentah apa yang diarahkan oleh SBY.

"Serangan-serangan PKS itu hanya untuk menunjukkan PKS tidak begitu saja menerima," tutup Arya.

Sebelumnya, PKS akan segera menggelar rapat Majelis Syuro untuk menyikapi hasil perombakan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Berikut poin yang akan diperdebatkan oleh para jenderal PKS tersebut.

"Yang pertama, keluar atau tidak dari koalisi. Pertimbangannya adalah kepentingan bangsa atau nasional, bukan kepentingan partai semata," ujar Wakil Sekjen PKS, Mahfudz Siddiq kepada detikcom, Jumat (21/10).

Kedua, PKS akan lebih cermat sebelum akhirnya memutuskan keluar dari koalisi. Walaupun sejumlah kontrak koalisi sudah dilanggar SBY.

(rdf/nvc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads