"Tidak benar saya menunjuk-nunjuk matanya. Yang jelas saya ditampar duluan jadi saya balas menampar," kata Amir saat dihubungi wartawan, Jumat (21/10/2011).
Amir tegas menuding bila apa yang diperbuat Reni itu disaksikan oleh beberapa staf Postel, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, sekitar pukul 11.00 WIB.
"Saksinya banyak. Saya orang tua tidak patut dong ditampar dan tidak mungkin saya mau menampar duluan ke seorang anak perempuan kalau tidak didahului," tegasnya.
"Jadi memang sama-sama emosi, saya juga tidak mampu menahan emosi," imbuh Amir.
Amir tidak mempermasalahkan sikap Reni yang akan mengadukan perbuatannya ke polisi. Namun, dia mengancam akan melaporkan balik Reni ke pihak kepolisian.
"Tapi saya koordinasi dulu dengan pimpinan," tukas Amir.
Reni mengaku ditampar Kepala Seksi Postel Kantor Wali Kota Jaktim, Amir, karena menolak menandatangani hasil rapat yang digelar Selasa lalu. Alasannya, staf Tata Usaha Suku Dinas Kominfomas ini tidak tahu menahu materi rapat karena tidak ikut hadir. Reni pun melaporkan kasus ini ke polisi.
(ahy/rdf)











































