Dijelaskan Kepala Subdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Helmy Santika, tersangka Rahmat berniat menghabisi Hertati karena didesak dimintai pertanggungjawaban atas kehamilan Hertati yang sudah 3 minggu itu.
"Namun, tersangka dilema karena dia sendiri sudah memiliki pacar berinisial In yang juga sudah hamil," kata Helmy kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/10/2011).
Menurut Helmy, tersangka diminta pertanggungjawaban atas kehamilan In oleh kedua orang tua In.
"Tersangka juga sudah berniat mau menikahi In," kata Helmy.
Sementara informasi yang dihimpun detikcom dari seorang sumber di kepolisian, In merupakan warga Kampung Dukuh, Jakarta Timur. Namun, In tinggal di Tanjung Priok, Jakarta Utara bersama kakaknya.
Sumber mengatakan, In sudah lama berpacaran dengan Rahmat. Bahkan, In yang sudah hamil itu sering menagih janji juga untuk mengawininya.
Bahkan, setelah tertangkap, In terus menerus menelepon ke telepon selular milik Rahmat.
"Tadi pacarnya tersangka, In sempat menelpon ke handphone tersangka," kata seorang penyidik di Polda Metro Jaya yang enggan disebut namanya kepada detikcom.
Namun, karena telepon selular milik Rahmat tidak juga diangkat, In akhirnya mengirimkan SMS kepada Rahmat. Isinya menyatakan bahwa In hendak bunuh diri.
"Kalau kamu nggak angkat-angkat teleponnya, aku bunuh diri nih," ancam In seperti ditirukan penyidik itu.
SMS itu terkirim pada Jumat (21/10) sekitar pukul 21.30 WIB. Rahmat sendiri sudah diborgol dan dijebloskan ke dalam tahanan oleh polisi atas perbuatannya membunuh Hertati dan anaknya, ER (6).
"Pacarnya belum tahu kalau tersangka sudah ditangkap," ujar penyidik lagi.
(mei/rdf)











































