Senggolan Mobil, 4 Oknum TNI AU Diduga Aniaya Pelajar SMA

Senggolan Mobil, 4 Oknum TNI AU Diduga Aniaya Pelajar SMA

- detikNews
Jumat, 21 Okt 2011 22:52 WIB
Jakarta - Empat anggota TNI AU di Pekanbaru diduga melakukan pemukulan terhadap pelajar SMA. Penyebabnya sepele, hanya karena mobil mereka bersenggolan di jalan.

Peristiwa ini terjadi di Jl Sudirman, tepatnya di pertigaan Harapan Raya, Pekanbaru, Jumat (21/10/2011). Di pertigaan ini sedang dibangun jembatan layang. Ada jalan menyempit, sehingga mobil berebut masuk ke badan jalan.

Saat itu mobil Honda Civic bernopol D 1586 AB yang ditumpangi Tommy (18) siswa sebuah SMA di Pekanbaru, bersenggolan dengan mobil Toyota Avanza BM 1658 JD yang dikendarai 4 orang anggota TNI AU. 3 Diantaranya berbaju dinas hijau loreng dengan atribut TNI AU.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah senggolan mobil, salah satu penumpang Avanza itu mendatangi Tommy. Dia diduga memukul Tommy, sampai mulut Tommy mengeluarkan darah. Setelah itu, 3 rekannya ikut memukuli Tommy. Warga hanya bisa melihat tanpa berani melerai. Baru setelah Tommy babak belur, masyarakat meminta oknum TNI itu menghentikan aksinya,

Warga juga meminta pihak kepolisan membawa Tommy dan menghubungi keluarganya. Saat keluarga datang, sempat terjadi perang mulut dengan oknum TNI itu. Lantas warga memanggil Satuan Polisi Militer (POM) TNI AU, yang segera datang ke lokasi.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Pekanbaru, Kapten Sus Filfadri saat dihubungi detikcom membenarkan kasus ini sedang ditangani POM AU. Namun dia sendiri belum dapat memastikan apakah benar terjadi pemukulan atau pengeroyokan.

"Untuk data konkretnya saya belum bisa sampaikan ada pemukulan atau tidak karena kasusnya ditangani POM. Informasi yang kita terima, hanya soal salah paham saja. Dan tidak ada pemukulan seperti yang dituduhkan. Kiranya masalah ini untuk tindak mengambil informasi sepihak," kata Filfandri.

Saat ini pihak TNI AU masih melakukan penyelidikan. Apabila terbukti bersalah, akan ada proses hukum bagi oknum TNI AU yang bersalah.

(rdf/nvc)


Berita Terkait