Dikatakan Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Gatot Edy Pramono, ER adalah anak dari Hertati. Tersangka menghabisi nyawa ER setelah sebelumnya membunuh ibu ER, Hertati.
ER sendiri dibunuh dengan cara dibekap mulutnya hingga tewas. Sebelum dibunuh, ER juga sempat disetubuhi oleh Rahmat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, Rahmat kemudian membawa ER ke dapur. Di dapur itu, Rahmat yang sudah gelap mata itu menyiramkan bensin tersebut ke tubuh bocah mungil itu.
"Korban lalu dibakar dan setelah itu disiram dengan air untuk mencegah apinya membesar. Tujuannya dibakar agar wajah korban tidak dikenali," ujar Gatot.
Sementara membereskan tempat kejadian, tersangka kemudian menyuruh temannya, Kriswahyudi untuk mengawasi situasi di luar. Setelah itu, Hertati dimasukkan ke dalam kardus televisi berukuran 21 inch, sementara ER dimasukkan ke dalam koper.
Seperti diketahu, mayat Hertati ditemukan di dalam kardus di Jl Kurnia, Gang D, Jakarta Timur pada Jumat (14/10) siang lalu. Di dalam kardus tersebut, ditemukan tiga lembar pas foto berwajah seorang pemuda diperkirakan berusia 15-20 tahun.
Keesokannya, Sabtu (15/10), mayat bocah perempuan yang kemudian teridentifikasi sebagai ER ditemukan di dalam koper ditemukan di Jl Cakung-Cilincing, Cakung, Jakarta Timur. Pelaku juga meninggalkan petunjuk serupa seperti pada mayat di Koja, yakni sebuah kartu nama.
(mei/mok)











































