"Dua hewan landak kalau terlalu jauh kesepian dan kedinginan. Tapi kalau landak terlalu dekat nanti saling tusuk-menusuk. Jadi jangan terlalu cepat excited soal perbatasan," kata Hasjim.
Hal itu disampaikannya dalam diskusi bertajuk 'Merawat Daerah Perbatasan, Merawat Indonesia', di gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (21/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang pertama adalah sebisa mungkin tidak menggunakan kekuatan. Kedua, kekuatan hanya digunakan untuk pencegahan. Ketiga adalah mencari common interest atau kesamaan di antara wilayah yang saling berbatasan," terangnya.
Sementara tips keempat menurut Hasjim adalah kesabaran, ketekunan dan konsistensi dalam mengelola perbatasan. Terakhir, menggunakan direct negotiation atau negosiasi secara langsung yang tidak perlu dipublikasikan secara luas.
Menjaga perbatasan, lanjut Hasjim tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi bila yang menjadi titik perbatasan merupakan batas alam seperti garis-garis sungai maupun muara aliran air sungai. Karena hal itu mudah berubah.
"Satu lagi yang perlu diingat, Bad fence makes bad neighbour. Good fence makes good neighbour. Pagar yang buruk akan membuat tetangga yang buruk, begitu pula sebaliknya," tutup Hasjim.
(feb/anw)











































