"Kami menerima laporan pagi ini, telah terjadi insiden penembakan yang terjadi di jalur akses di area dataran rendah," kata Juru Bicara PT Freeport Indonesia Ramdani Sirait kepada detikcom, Jumat (21/10/2011).
Dia menjelaskan, lokasi penembakan berada beberapa mil di bagian utara lokasi insiden penembakan tanggal 14 Oktober lalu. "Laporan awal yang diterima dari otoritas pemerintah mengindikasikan bahwa tembakan ditembakkan oleh penembak yang tidak diketahui," imbuh Ramdani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat berduka dengan meninggalnya rekan kerja kami dan 2 orang non-karyawan dan belasungkawa kepada keluarga korban. Polisi sedang melakukan investigasi dan kami memberikan dukungan dan kerjasama yang penuh," tutur Dani.
Dia menambahkan, sejak Juli 2009 sudah 11 orang yang tewas akibat penembakan di wilayah kerja PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Akibat peristiwa itu, karyawan PT Freeport Indonesia dan perusahaan kontraktor beserta keluarga merasa cemas.
"Kami meminta pemerintah dapat segera mengungkap pelaku rentetan peristiwa penembakan tersebut dan mengembalikan situasi keamanan agar kami dapat bekerja dengan tenang," ucap Dani.
Kabid Humas Polda Papua AKBP Wachjono belum bisa dihubungi detikcom. Nomor ponsel yang bersangkutan tidak aktif.
(vit/ndr)











































