"3 Dari 4 SPBG yang ada non kuota. Jadi masih bisa menampung pengisian sepanjang SPBG di Pinang Ranti ditutup untuk penyelidikan," kata Ketua BLU TransJ, M Akbar, saat dihubungi detikcom, Jumat (21/10).
Stasiun pengisian kini dialihkan ke SPBG kuota di Terminal Kampung Rambutan. Selain itu pengisian juga dapat dilakukan di SPBG di Jl Pemuda, Jl Raya Pasar Minggu, dan di Daan Mogot. Padahal, SPBG Pinang Ranti dalam sehari bisa memasok 100 kali pengisian BBG untuk TransJ.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akbar mengatakan apabila dalam pelaksanaannya 3 SPBG non kuota terkendala memenuhi kebutuhan BBG untuk TransJ maka PGN diharapkan memberikan dispensasi penambahan kuota untuk menambah suplai BBG untuk TransJ.
"Kami mendesak PGN dapat memberikan dispensasi kuota lebih agar pasokan terpenuhi," ujarnya.
BLU masih menghitung kerugian akibat ledakan bus TransJ yang dikemudikan Yusak Belegur. Fisik bus TransJ rusak berat. "Berapa besarnya kerugian masih dihitung," kata Akbar.
Ketika ditanya mengenai kelaikan tabung BBG berdasarkan sertifikasi Kementerian Tenaga Kerja, Akbar menjelaskan sertifikasi dilakukan per 3 tahun. Pengecekan selalu dilakukan oleh petugas uji laik terhadap setiap tabung. "Kita upayakan pemeriksaan untuk tabung diintensifkan," jelasnya.
Dihubungi terpisah, pengelola SPBG Pinang Ranti, Rudy Susilo, mengatakan SPBG belum beroperasi karena masih menunggu kecukupan bukti penyelidikan Kepolisian dan masih dalam kondisi di garis polisi.
"Kita berharap dapat segera beroperasi karena selain kerugian materil akibat kerusakan bangunan juga kerugian bisnis," ujar Rudy.
Operasional halte Pinang Ranti hingga kini sudah berjalan normal sejak Kamis 20 Oktober 2011 pukul 17.00 WIB kemarin. Pihak Puslabfor Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara. Tim membawa satu dari enam tabung BBG yang terbelah.
(ahy/aan)










































