"Polisi melakukan penggerebekan sebab tindakan mereka sudah dinilai makar. Mereka mendirikan negara dalam negara dan tidak mengakui Presiden RI," kata Djoko.
Hal itu dilakukan Djoko di sela-sela pertemuan tahunan pemerintah RI-Malaysia, di Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (20/10/2011). Djoko menunjukkan bukti salinan deklarasi kongres bahwa pertemuan itu adalah makar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lukanya juga bukan karena tembakan, tapi senjata tajam," kata Djoko.
Saat ini, kata Djoko, Polda Papua masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.
Seperti diberitakan, dua orang yang ditemukan tewas pasca kongres adalah Dani Kabepa (mahasiswa) dan seorang Satgas Petapa (Penjaga Tanah Papua) yang belum diketahui identitasnya. Petapa merupakan satgas yang menjaga dan mengamankan jalannya kongres.
Berdasarkan data-data di lapangan, TNI menduga ada upaya makar atau pemisahan diri dari NKRI dalam Kongres tersebut. Hal ini diperkuat dengan adanya pengibaran bendera.
(lrn/fay)










































