"Jumlah Golkar kan signifikan, harusnya ditambah dong jatah menteri di kabinet," ujar Akbar saat diskusi dialektika bertema "Reshuffle untuk Kepentingan Rakyat atau Penguasa?," di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/10/2011).
"Atau paling tidak jangan diganti yang sudah ada saat ini," beber Akbar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harusnya disebutkan, ukurannya apa dicopot. Ini tidak hanya berlaku untuk kader Golkar, tetapi Demokrat atau PKS juga, sehingga jelas," terangnya.
Menurut Akbar, meskipun reshuffle adalah hak prerogatif presiden, namun publik perlu mengetahui alasan pencopotan menteri-menterinya. Akbar sendiri menilai, bila Fadel Muhammad sudah menunjukan kinerja dan performa yang baik sewaktu memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Fadel menurut saya cukup bagus, dia tolak itu kebijakan impor garam. Dia banyak terjun ke lapangan meninjau langsung nelayan. Tetapi kenapa dicopot, saya kira publik perlu tahu alasannya," imbuhnya.
(her/anw)










































