Kopor Jamaah Solo Paling Berat karena Bawa Beras

Laporan dari Arab Saudi

Kopor Jamaah Solo Paling Berat karena Bawa Beras

- detikNews
Kamis, 20 Okt 2011 14:06 WIB
 Kopor Jamaah Solo Paling Berat karena Bawa Beras
Madinah - Apa saja isi kopor calon jamaah haji kita? Selain baju sehari-hari dan kain ihrom, ada juga yang membawa beras hingga rice cooker! Itulah yang membuat kopor jamaah jadi berat.

Khusus untuk jamaah dari embarkasi Solo (SOC), diharapkan tidak membawa barang berlebihan sehingga beban kopor yang menjadi tanggung jawabnya tidak terlalu berat.

"Dari beberapa kloter yang berdatangan di Bandara Internasional King Abdul Azis (Jeddah), barang bawaannya hampir normal, kecuali jamaah yang datang dari Embarkasi Solo (SOC), Masya Allah lumayan berat bebannya," kata Ketua Sektor II PPIH Arab Saudi, Artanto di Jeddah, Kamis (20/10/2011) seperti dilansir Media Center Haji (MCH).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa yang disampaikan Artanto itu dibenarkan Rifat Jaki, petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Pasalnya, Rifat dalam tugasnya langsung mengurusi kopor-kopor jamaah yang baru keluar dari bagasi.

Menurutnya, dari beberapa jamaah yang berangkat dari berbagai embarkasi, yang kopornya berat itu milik jamaah dari Embarkasi Solo. "Kalau dibuka barang bawaannya, seperti baju tidak terlalu banyak. Tapi, yang memenuhi kopor itu adalah barang kebutuhan," kata Rifat.

Terkait hal itu, Artanto menyebutkan, selain baju yang ada dalam kopor adalah beras. Jamaah, imbuhnya, tidak tanggung-tanggung membawa beras 5 kg lebih.

"Itu yang membikin beban kopor lebih berat dibanding kopor jemaah yang berangkat dari embarkasi lain," tutur Artanto seraya menyebutkan, dalam kopor juga terdapat makanan kering dan telor.

Untuk itu Artanto berharap, jamaah yang belum berangkat sebaiknya membawa barang yang penting-penting saja. Artinya, kalau makanan atau kebutuhan lainnya yang hany memenuhi kopor dan memberatkan, sebaiknya bisa dikurangi karena di Arab Saudi juga banyak dijual.

Bagi petugas PPIH Arab Saudi, lanjutnya, seberat apa pun kopor itu akan tetap dibantunya. Namun, kalau bisa jamaah mengurangi bawaannya, supaya jamaah yang bersangkutan tidak merasa keberatan kalau membawa sendiri.

Sementara itu, seorang jamaah yang menginap di Hotel Holiday Villa, Madinah, berbisik kepada detikcom. "Saya bawa rice cooker. Kalau pagi buat sarapan, bikin mie instan atau masak nasi," ujar ibu tersebut. Maklum, jamaah di Madinah hanya mendapat nasi boks di siang dan malam hari, sedang pagi hari harus berkreasi sendiri.

(nrl/anw)


Berita Terkait