Aksi diawali dari depan Masjid Baiturahman, Kawasan Simpang Lima, Kamis (20/10/2011). Kemudian, gabungan mahasiswa PMII, KAMMI, HMI, dan GMNI ini long march ke Bundaran Videotron di Jalan Pahlawan. Kawasan ini berjarak kurang lebih 500 meter dari lokasi awal.
Selain spanduk, poster, dan bendera organisasi, barisan paling depan membawa benda yang dibungkus kain kafan bertuliskan 'mayat pemerintah'. Sepanjang jalan, mereka menyebarkan selebaran berisi pernyataan sikap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa orator lain menyatakan pemerintah gagal membawa masyarakat ke arah lebih baik. Kemiskinan belum teratasi, kasus korupsi masih marak, dan lain-lain. "Reshuffle yang baru saja dilakukan, hanya lip service," kata mereka diiringi teriakan teman-temannya.
Puas berorasi, massa bergeser ke kantor DPRD Jateng yang letaknya hanya 100 meter dari dari Bundaran Videotron. Setelah menunggu beberapa saat sambil terus berorasi, mahasiswa ditemui perwakilan DPRD. Mereka menyerahkan 'mayat' itu ke salah satu anggota DPRD, Novita Wijayanti.
Meski sedikit mengganggu arus lalu lintas, aksi tersebut secara umum berlangsung tertib. Aparat kepolisian menjaga ketat pergerakan mahasiswa, dari awal hingga akhir.
(try/anw)











































