"Saat ledakan terjadi, kaca sempat bergetar. Saya suruh anggota untuk cek apa ada kerusakan," kata Kanit Reskrim Polsek Makasar, AKP Ujang, saat ditemui di lokasi kejadian, Jl Raya Pondok Gede, Kamis (20/10).
Jarak antara SPBG dengan Polsek Makasar sekitar 500 meter bersebelahan dengan Jl Pinang Ranti. Atau 200 meter dari Terminal Bus Pinang Ranti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sempat lihat waktu bus lompat banyak asap di pom pengisian," kata Murdiah.
Dia sempat menyaksikan para penumpang dan warga yang melintas berlari kencang menghindari ledakan. "Mobil-motor yang mau lewat juga berhenti pas ada ledakan. Orang yang lari teriak-teriakn ketakutan," kisahnya.
Warga RT 1 RW 02, Kelurahan Pinang Ranti, Makasar, Pungimut (43), menuturkan hal serupa. Warga yang tinggal bersebelahan dengan Terminal Pinang Ranti ini sempat terkejut.
"Waktu ngepel air dalem ember sempet bergetar," katanya.
"Pel yang dipegang sempat jatuh gara-gara saya kaget," imbuhnya.
Sebelumnya, informasi yang dikumpulkan detikcom, Kamis (20/10/2011), bus bernopol 7228 IV yang melayani Koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) meledak pukul 08.35 WIB. Kaca bus pecah bagian depan, samping dan belakang pecah berkeping-keping. Kepingan kaca berserakan hingga Halte Pinang Ranti yang berjarak sekitar 10-20 meter dari SPBG.
Kepala BLU Trans Jakarta M Akbar menuturkan, dari penelusuran pihaknya di lapangan 1 dari 6 tabung gas yang berada di Bus TransJ pecah. Namun pihaknya belum memastikan asal muasal ledakan.
(ahy/anw)











































