Dampak Penambahan Arus Listrik KRL, Kemacetan Jakarta Bertambah 20 %

Dampak Penambahan Arus Listrik KRL, Kemacetan Jakarta Bertambah 20 %

- detikNews
Kamis, 20 Okt 2011 12:48 WIB
Dampak Penambahan Arus Listrik KRL, Kemacetan Jakarta Bertambah 20 %
Jakarta - Selama satu bulan ke depan, diprediksi kemacetan Jakarta akan mengalami peningkatan. Kondisi ini sebagai dampak dari perbaikan gardu listrik untuk penambahan daya perjalanan KRL Jakarta-Bogor.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperkirakan peningkatan volume kendaraan di Jakarta akan bertambah 20 persen selama perbaikan itu dilakukan. Sebab, karena adanya pengurangan jadwal diprediksi penumpang akan beralih menggunakan kendaraan pribadi menuju tempat kerjanya.

"Diperkirakan akan ada penambahan volume kendaraan sebesar 20 persen," terang Kadishub DKI Jakarta Udar Pristono, saat dihubungi wartawan di Jakarta, (20/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pristono menambahkan, warga Bogor yang menggunakan bus umum Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) menuju Jakarta sebagai alternatif tidak perlu khawatir ketika harus melanjutkan perjalanan menuju tempat kerja mereka. Peningkatan 20 persen itu dilihat dari pintu-pintu masuk tol menuju Jakarta.

"Karena setelah menggunakan bus AKAP dari Bogor ke Jakarta, bisa melanjutkan perjalanan menggunakan bus reguler atau bus Tranjakarta," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan merehabilitasi tiga gardu listrik yakni Citayam, Cilebut, dan Kedung Badak, sejak 19 Oktober hingga 29 November mendatang. Dampaknya, terjadi pengurangan 29 perjalanan kereta khususnya di lintasan Bogor ke Jakarta.

Pengoperasian KRL di wilayah Jabodetabek saat ini disuplai tegangan 1.500 Vdc dari 39 gardu listrik aliran atas (GLAA) dengan total daya mencapai 105.500 KW. Sementara itu, ketiga gardu yang direhab diharapkan memasok listrik hingga 11.000 KW. Gardu Citayam dan Cilebut masing-masing 4.000 KW dan gardu Kedung Badak 3.000 KW.

Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang di stasiun, Ditjen Perkeretaapian juga menyediakan 8-15 unit bus PPD AC. Penumpang dapat naik PPD dari stasiun Bogor dengan tarif 10 ribu.

Selain itu, sekitar 14 bus Damri untuk antisipasi. Menurutnya, bus Damri dalam kondisi on call.

(lia/anw)


Berita Terkait