"Secara fisik, dari enam tabung, ada satu tabung yang pecah. Tapi penyebabnya apa yang jelas masih dalam penelitian," kata Kepala Badan Layanan Umum (BLU) TransJ Muhammad Akbar di lokasi, Kamis (20/10/2011).
Menurut Akbar, pengisian BBG bus TransJ Koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) itu sebenarnya sudah sesuai standard operating procedure (SOP). Ketika mengisi BBG pada pukul 08.20 WIB pagi tadi, mesin bus sudah dalam keadaan mati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akbar menambahkan, bus koridor IX tetap beroperasi. Hanya saja, Halte Pinang Ranti sementara dialihkan ke Halte Tamini. Sementara untuk pengisian BBG, dialihkan ke 4 SPBG yang ada di Jakarta, yaitu di Kampung Rambutan, Jl Pemuda, Pancoran, dan Daan Mogot.
SPBG Pinang Ranti akan kembali beroperasi sampai proses penyelidikan oleh Puslabfor Mabes Polri selesai. "Ini ditutup sampai selesai penyelidikan," ungkap Akbar.
Seperti diketahui, ledakan bus TransJ ini menyebabkan 3 orang luka. Mereka adalah 2 pramudi TransJ serta seorang operator SPBG.
(ahy/irw)











































