"Kami akan segera kirimkan tim untuk menyelidiki ke Nunukan," ujar Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lapan Thomas Djamaluddin dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (20/10/2011).
Informasi masyarakat dan dari Kepala BMKG setempat yang disampaikan kepada Lapan, memang benar terdapat lubang dengan ukuran sekitar 2x3 meter. Kedalaman lubang tersebut diperkirakan 1 meter. Lubang itu berada di bibir pantai di kawasan Tanah Merah Kecamatan Nunukan. Warga menemukan lubang tersebut pada Rabu (19/10) dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, jika saat ini warga maupun aparat di tempat tersebut tidak menemukan adanya benda angkasa di sekitar lubang, ada kemungkinan benda angkasa itu terlempar ke tempat lain. Hal itu mungkin terjadi jika di tanah yang menjadi tempat tumbukan terdapat batu atau sesuatu yang keras.
"Soal informasi masyarakat kalau ada efek terbakar di sekitar lubang, kami harus melihatnya langsung. Sebab benda luar angkasa yang turun ke bumi itu sudah mengalami efek pendinginan. Jika di tanah ada bekas tumbukan, itu memang terjadi karena benda itu jatuh dengan kecepatan tinggi," terang alumnus Universitas Kyoto Jepang ini.
(vit/fay)










































