Belasan anggota KAMMI tersebut menggelar aksi di Bundaran Gladag, Solo, Kamis (20/11/2011). Mereka menilai SBY-Boediono selama ini hanya mengumbar janji-janji kampanye tanpa ada kemauan politik untuk menjalankan janji-janji itu.
Mereka menyontohkan tentang janji pemberantasan korupsi yang ternyata hingga dua tahun pemerintahannya, SBY-Boediono tidak menunjukkan perkembangan. Bahkan sejumlah skandal korupsi besar justru berakhir mengambang, tanpa ada penyelesaian yang jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegagalan lain yang disoroti adalah kegagalan mengamankan aset negara karena membiarkan kekayaan alam dikeruk asing, kegagalan menciptakan kerukunan antar-warga, dan kegagalan melindungi rakyat yang bekerja di luar negeri sebagai TKI dan TKW.
Langkah Presiden melakukan reshuffle hanya upaya normatif yang tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja pemerintahan. Reshuffle hanya membolak-balik posisi menteri dan dinilai semakin salah penempatannya. Sejumlah menteri yang dianggap tersandung kasus korupsi justru dipertahankan.
Karena itulah KAMMI Soloraya mendesak SBY-Boediono segera meletakkan jabatan dengan menyatakan mundur dari posisinya sebagai Presiden dan Wakil Presiden, karena selama dua tahun bekerja terbukti telah gagal menjalankan amanat yang diberikan rakyat.
(mbr/anw)










































