Presiden SBY Instruksikan Runway Bandara Lombok Diperpanjang

Presiden SBY Instruksikan Runway Bandara Lombok Diperpanjang

- detikNews
Kamis, 20 Okt 2011 11:24 WIB
Presiden SBY Instruksikan Runway Bandara Lombok Diperpanjang
Mataram - Presiden SBY hari ini meresmikan Bandara Internasional Lombok. Meski baru diresmikan, Presiden SBY sudah menginstruksikan kepada Menteri Perhubungan EE Mangindaan, agar memperpanjang landasan pacu bandara hingga menjadi 3.000 meter tahun depan. Perpanjangan dibutuhkan karena bandara baru ini ditunjuk menjadi Embarkasi Haji.

"Sekarang runway baru 2.750 meter. Perlu diperpanjang menjadi 3.000 meter. Kepada Menteri Perhubungan saya minta ini tidak terlalu lama. Kan hanya diperpanjang 250 meter," kata Presiden SBY saat pidato pada peresmian bandara, Kamis (20/10/2011).

Presiden mengatakan, keberadaan Embarkasi haji Debarkasi haji di bandara Lombok sudah menjadi keinginan masyarakat, dan juga sangat dibutuhkan. Embarkasi haji ini kata dia, akan melayani jamaah haji dari NTB, Bali dan NTT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya berharap ini dikaji segera, agar bisa segera menjadi Embarkasi penuh. Harapan saya dengan kelengkapannya, sudah bisa jadi embarkasi penuh tahun depan," kata Presiden.

Saat ini status NTB adalah Embarkasi Antara. Seluruh proses administrasi jamaah haji NTB yang tahun ini berjumlah 4.781 jamaah dituntaskan di Mataram. Namun untuk berangkat ke Arab Saudi, jamaah harus melalui Embarkasi Juanda, di Surabaya.

Di tempat yang sama, Gubernur NTB, M Zainul Majdi mengatakan, dengan panjang landasan pacu 2.750 meter, Bandara Lombok maksimal bisa didarati pesawat Boeing 767 atau sejenis Airbus 330.

"Pesawat yang mengangkut jamaah haji itu kan jenis Boeing 747. Jadi kita meminta kepada pemerintah pusat untuk memperpanjang runway menjadi 3.000 meter," kata Gubernur.

Menteri Perhubungan, EE Mangindaan didampingi Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Tommy Soetomo usai peresmian pada wartawan, memastikan pihaknya siap menindaklanjuti instruksi Presiden.

"Presiden sudah memberi instruksi. Tugas saya, setelah pulang dari sini, adalah memastikan instruksi itu diwujudkan," kata Mangindaan.

Saat ditugaskan jadi Menhub dalam reshuffle kabinet pekan ini, Mangindaan mengaku, Presiden SBY memberi arahan pada dirinya untuk memastikan konektivitas transportasi udara terutama di daerah potensial pariwisata. Konektivitas itu kata dia untuk menopang pertumbuhan ekonomi kawasan.

"Saya sudah tanya ke Pak Gubernur. Apa lahannya sudah siap. Pak Gubernur menjawab tidak ada masalah soal lahan. Berarti tinggal kita jalan saja," katanya.

Tommy mengatakan, fasiltias lain sebagai syarat Embarkasi haji, juga akan paralel dengan rencana perpanjangan landasan pacu. Menurut Tommy, Bandar Lombok masih akan menjadi proyek terbesar PT Angkasa Pura I tahun depan, selain rencana pengembangan Bandara Sepinggan Balikpapan, dan juga pembangunan terminal II, Bandara Juanda di Surabaya, yang akan dimulai tahun depan.

"Kami saat ini mengelola 13 bandara di seluruh Indonesia. Sepanjang tahun 2010 lalu, kami melayani 49 juta penumpang. Saat ini, jumlah penumpang tumbuh mencapai 12 persen setahun," katanya.

(anw/anw)


Berita Terkait