"Saya lihat Umar Patek sendiri diundang dan dipanggil oleh Amrozi. Makanya dia datang ke Bali dari Solo. Di situ perannya," ujar pengacara Umar Patek, Asludin Hatjani saat dihubungi detikcom, Kamis (20/10/2011).
Asludin menceritakan, Umar Patek memang mengenal Amrozi Cs karena sama-sama alumni Afghanistan. Saat Umar tiba di Bali, bom bunuh diri sudah dirakit. Pertemuan berlangsung di suatu tempat di Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umar Patek dalam pertemuan itu tidak memberikan ide apapun. Umar dijerat karena mengetahui rencana pengeboman dan ikut memasukkan bom ke dalam wadah.
"Kalau ide nggak ada. Perencanaan juga nggak karena dia datang itu semua sudah jadi. Dia dipanggil juga karena satu ide," ungkapnya.
Setelah bom meledak, Umar sudah tidak berada lagi di Bali. Namun Asludin tak mengetahui dimana Umar setelah bom Bali I itu meledak. Tak lama, barulah Umar pergi meninggalkan Indonesia.
"3-4 Hari sebelum peledakan itu dia sudah meninggalkan Bali. Setelah meledak, tak lama dia meninggalkan Indonesia," katanya.
Setelah meninggalkan Bali, Umar tak ada lagi kontak komunikasi dengan Amrozi Cs. Umar Patek, Amrozi, dan kawan-kawan memisahkan diri masing-masing.
"Itu tadi berdasarkan hasil rekonstruksi yang saya lihat," imbuhnya.
Hingga pukul 10.00 WIB, Umar Patek sudah selesai menjalani reksonstruksi. Namun, Asludin tak mengetahui kapan Umar Patek kembali ke Jakarta.
"Kita nggak tahu. Kita hanya mendampingi. Yang menentukan itu dari kepolisian. Apakah ada rekonstruksi lagi di tempat lain atau tidak," tandasnya.
(gus/ndr)











































