"Shelter itu lagi ramai. Ada yang antre, ada yang menunggu," kata Serdian, sopir salah satu bus TransJ yang sedang berada di dekat lokasi saat tabung gas itu meledak, di tempat kejadian perkara, Kamis (20/10/2011).
Serdian juga menceritakan saat ada suara ledakan, para pengguna bus baik yang berada di dalam bus maupun di koridor halte langsung berloncatan.
Sementara itu Supervisor Terminal Pinang Ranti, Lamhot, mengatakan untuk sementara halte tidak akan digunakan. Penggunaan halte, lanjut Lamhot, akan menunggu perintah lebih lanjut.
Informasi yang dikumpulkan detikcom, Kamis (20/10/2011), bus TransJ bernopol 7228 IV yang melayani Koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) meledak pukul 08.35 WIB. Kaca bus pecah bagian depan, samping dan belakang pecah berkeping-keping. Kepingan kaca berserakan hingga Halte Pinang Ranti yang berjarak sekitar 10-20 meter dari SPBG.
(feb/anw)











































