Konsul Muda bidang Sosial dan Budaya, Konsulat Jenderal RI di Cape Town, Afsel, Erry Kananga menyebutkan, tema besar yang diangkat dalam peluncuran perangko itu, yakni The Three Centuries of Relation Between the Community of Indonesia and South Africa.
"Ada lima perangko yang diterbitkan masing-masing negara, dan perangko Syekh Yusuf merupakan salah satunya," kata Erry Kananga kepada detikcom dari Cape Town, Rabu (19/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peluncuran perangko itu secara resmi dilakukan Duta Besar RI untuk Afrika Selatan, Sjahril Sabaruddin sedangkan pihak Afrika Selatan diwakili oleh Wakil Menteri Komunikasi Kopeng Obed Bapela. Peresmian yang ditandai dengan unveiling perangko bersama oleh kedua belah pihak, di Crystal Tower Hotel & Spa, Cape Town, Sabtu (15/10).
Masing-masing negara menerbitkan lima desain prangko. Indonesia menerbitkan desain Syekh Yusuf; Museum Balla Lompoa Sulawesi Selatan, Tari Pakarena dari Sulawesi Selatan, Tilanga dan Sandal Geulis serta alat musik Tifa dari Papua. Sedangkan Afsel menerbitkan prangko Syekh Yusuf; Bo-Kaap Museum; Ghoema drums; Bo-kaap art; Cape Minstrel group.
Peluncuran perangko bersama ini yang dihadiri oleh beberapa petinggi kedua pemerintah, termasuk Konsul Jenderal RI di Cape Town, Sugie Harijadi itu serta pejabat dari South Africa Post Office (SAPO) dan pejabat dari PT Pos Indonesia.
(rul/mok)











































