"Kami memang terkesan dengan Menteri BUMN baru yang akan membuat BUMN lebih efisien. Kami juga lebih senang bila menteri yang baru mau menggandeng kaum muda dalam dunia usaha," kata Ketua Umum Karang Taruna, Taufan Eko Nugroho Rotorasiko kepada detikcom di Jakarta, Rabu (19/10/2011) malam.
Karenanya, lanjut Taufan, kepada semua pemuda yang saat ini hanya sibuk dalam organisasi kepemudaan juga mau mempelajari bagaimana men-create money atau membuat usaha melalui program CSR ini. "Nah dengan program CSR secara otomatis para pemuda tidak hanya menerima uang begitu saja, tapi juga bagaimana meng-create usaha baru," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi bagaimana membuat sebuah ekosistem yang saling mendukung antara BUMN dan pemuda. Kami harapkan menteri lebih fokus dalam program CSR ini. Kita tidak minta semua, tapi hanya 30 persen dana dari program CSR ini agar pemuda lebih kreatif dan produktif," terang Taufan yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda Sehat ini.
Selama ini, Taufan menjelaskan, program CSR dianggap belum terserap secara maksimal untuk pemuda. Banyak sekali dana yang peruntukannya tidak jelas. "Karena itu kita minta 30 persen saja untuk pemuda. Tinggal terserah Kementerian BUMN mencari dan memilik kelompok pemuda mana yang pas untuk digalang. Bisa lewat Karang Taruna atau KNPI," imbuhnya yang disebut-sebut bakal calon Ketua Umum DPP KNPI ini.
Taufan sendiri belum mengetahui secara persis berapa total dana CRS dari Kementerian BUMN selama ini. Hanya saja dari informasi yang diterimanya, CSR ini merupakan 2,5 persen dari laba keuntungan di setiap BUMN di Indonesia. "Kalau saya tidak salah itu ada kurang lebih Rp 3 triliun. Artinya kalau 30 persen, itu Rp 300 miliar saja untuk program pembinaan kepada pemuda di bidang usaha, nantinya," pungkasnya.
(zal/mok)











































