"PKS ini telah kehilangan watak penting yaitu amar ma'ruf nahi munkar, dengan berkoalisi dan mendapat jatah 4 menteri sekarang kurang satu. Dia telah kehilangan misi penting sebagai partai dakwah, yang melakukan amar ma'ruf nahi munkar terhadap pemerintah," kata Din di Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang, Rabu (19/10/2011).
PKS, lanjut Din, harus keluar dari dilema apakah akan bertahan di koalisi pemerintahan atau tidak. Walaupun watak sejatinya sepertinya berada di luar pemerintahan.
"Sehingga kritiknya kepada pemerintah bukan kepada kebijakan, lebih kepada hal-hal yang bagaimana melakukan penekanan politik dan sebagainya. Jika PKS seperti itu yang kehilangan watak sejatinya, maka itu boleh jadi akan ditinggal oleh umatnya," terangnya.
Din menjelaskan, bila PKS tetap di dalam pemerintahan, partai itu akan sulit untuk bergerak menyuarakan aspirasi rakyat. "Jadi bukan masalah berapa dapat kursi, tapi bagaimana sikapnya terhadap kepemimpinan presiden yang tidak pro rakyat. Jangan bicarakan jumlah kursi saja, itu terlalu murah kalau hanya berbicara ayat kursi," tegasnya.
(ndr/fay)











































