"Bukan terminologi ikhlas bukan tidak ikhlas. Terminologinya adalah, kita berharap pasca reshuffle ini, kabinet bisa bikerja all out habis-habisan membantu presiden, sehingga presiden selesai dengan khusnul khotimah dengan kinerja yang baik 2014 yang akan datang," ujar Anas.
Hal itu dikatakan Anas di sela-sela acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Partai Demokrat Jawa Timur di Surabaya, Rabu (19/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bedanya demokrat dengan partai yang lain. Bagi partai demokrat, di kabinet prinsipnya bukan jatah-jatahan. Prinsipnya pemerintahan presidensil, di mana ada hak prerogatif presiden," tuturnya.
"Jatah itu nilainya lebih rendah ketimbang kinerja untuk membantu presiden. Buat Partai Demokrat, kami sudah puas, kami senang kalau dengan formasi baru yang disusun presiden sekarang ini," ujarnya.
Ia berharap, dengan komposisi KIB pasca reshuffle, dapat meningkatkan kinerja pemerintahan SBY hingga 2014.
"Kinerja kabinet meningkat, produktivitas pemerintahan makin baik. Dan yang hadir adalah menteri-menteri yang bisa all out kerja keras habis-habisan untuk membantu presiden, itu yang pokok," jelasnya.
(roi/lrn)











































