Baju yang dikenakannya kala itu kemeja lengan pendek warna hitam dan bersarung. Lukman adalah penyandang cacat di tangan kanan. Karena dia sedang bersantai tak jauh dari pondokannya, dia tak membawa tas identitas haji.
Lukman adalah warga Palu Barat yang tergabung dalam Kloter 6 BPN (Balikpapan). Perawakannya tinggi tegap dan berkulit hitam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mau balik ke hotel tidak boleh. Saya akhirnya ikut saja karena saya kira mau dikasih uang," ujar Lukman, Selasa (17/10/2011) pukul 17.15 WAS atau 21.15 WIB.
Lukman memberikan penjelasan di lobi kantor misi haji Indonesia di Madinah, setelah dibebaskan oleh bagian pengamanan misi haji.
Bukan uang yang didapat Lukman, melainkan borgol di kedua kakinya sehingga berjalan bukan perkara mudah. Hingga pukul 02.00 dia diborgol sehingga dia mengira akan dibuang ke suatu tempat.
Kasi Pengamanan (PAM) kantor misi haji Madinah, M Yahdi, menuturkan, dengan melihat kondisi fisik Lukman yang hanya memiliki satu tangan, polisi Saudi mengira Lukman adalah pengemis atau bekas pencuri.
"Polisi main sapu, lalu membawa Pak Idris ke semacam dinas sosial," ujar Yahdi yang mendampingi Lukman.
Penangkapan Lukman baru terkuak ketika aparat Saudi mengontak kantor misi haji Selasa sore ini, menyebutkan bahwa ada orang Indonesia bermasalah. Yahdi dkk segera meluncur untuk membebaskan. Idris yang ditahan sejak Senin malam pun dilepas.
Selama proses pembebasan, gelang identitas jamaah haji di tangan Lukman menjadi penyelamat. Petugas haji meminta Muassasah Adilla untuk Indonesia mencarikan paspor Lukman. Paspor itu membuktikan bahwa Idris benar jamaah haji Indonesia, bukan pengemis atau mantan pencuri yang pernah dihukum potong tangan.
"Mungkin perawakan Pak Lukman tidak meyakinkan sebagai orang Indonesia, dikira Senegal atau dari mana," ujar Yahdi, seraya menyarankan agar Lukman memakai baju putih saja.
(nrl/vit)











































