"Mari kita cegah lobi tak transparan antara unsur pemerintah pusat dan daerah dengan parlemen," kata SBY saat pidato penyampaian kebijakan kabinet baru di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (19/10/2011).
Alokasi APBN dan APBD yang kurang transparan, imbuhnya, bisa dikatakan berbau korupsi dan kolusi. Karena itu Presiden SBY menginstruksikan pembenahan perencanaan dan implementasi APBD dan APBN. SBY juga mengajak para penegak hukum untuk bekerja keras menyelamatkan keuangan negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan jumlah APBN dan APBD terus meningkat secara siginifikan. Hal ini terjadi karena perekonomian Indonesia yang terus tumbuh. Namun SBY menilai masih banyak pengguaan APBN dan APBD yang belum optimal.
"Belanja modal sedikit, belanja pegawai atau rutin terlalu besar. Masih banyak terjadi praktik korupsi yang melibatkan oknum pemerintah pusat, oknum pemerintah daerah dan oknum DPR. Juga terjadi pembangunan fasilitas perkantoran dan pejabat negara di daerah yang mewah dan mahal," tutur SBY.
(vit/fay)











































