Seniman dan Aktivis LSM Palembang Pilih Golput

Seniman dan Aktivis LSM Palembang Pilih Golput

- detikNews
Senin, 12 Jul 2004 14:58 WIB
Palembang - Sejumlah aktivis LSM dan seniman di Palembang menyerukan untuk golput dalam pilpres putaran kedua nanti. Alasannya Megawati maupun SBY bukanlah sosok yang ideal untuk memperbaiki Indonesia ke depan."Pilihan yang paling tepat adalah golput. Sebab jika Megawati dan SBY yang lolos ke putaran kedua, apa yang harus dipilih. Keduanya bukan sosok yang ideal untuk memimpin Indonesia ke depan, apalagi untuk memperbaiki kondisi Indonesia. Jangan-jangan mereka justru akan memperburuk Indonesia," kata pekerja teater Jaid Saidi di kantor Balai Bahasa, Palembang, Senin (12/7/2004).Menurut Jaid, untuk memperbaiki Indonesia dibutuhkan pemimpin yang cerdas, berani, dan bersih. Sayangnya, kata Jaid, orang-orang yang layak seperti itu telah dihambat penguasa saat ini. Maka tak heran orang seperti Cak Nur dan Gus Dur tidak dapat mengikuti pilpres.Sementara Amien Rais tampaknya dikalahkan oleh berbagai kekuatan yang tidak menginginkan Indonesia menjadi baik, terutama para investor dan kekuatan asing. "Dengan hitungan seperti ini, saya pikir golput merupakan pilihan politik yang sangat jujur dan fair," kata bekas anggota Bengkel Teater pimpinan WS Rendra itu.Jaid pun mengklaim bahwa para pekerja seni di Palembang akan memilih sikap ini. "Kami para seniman Palembang akan mempertegas sikap ini. Kami akan ramai-ramai mengembalikan kartu pemilih ke KPU," tegasnya.Pernyataan yang sama dikatakan aktifis LSM yang juga dosen Universitas IBA Palembang, Tarech Rasyid. "Tamat sudah perjuangan kekuatan prodemokrasi dalam pilpres ini. Langkah terakhir mengembalikan karakter prodemokrasi dengan memilih golput," kata Tarech yang dihubungi detikcom melalui ponselnya, Senin (12/7/2004).Kekuatan prodem yang tamat itu, kata Tarech, gagalnya Gus Dur dan Cak Nur ikut pilpres, dan kemungkinan besar gagalnya Amien Rais masuk ke putaran kedua pilpres. "Benar, kami akan bergabung dengan seniman, mahasiswa, dan parpol yang sepakat untuk melakukan gerakan golput dengan mengembalikan kartu pemilih ke KPU," kata Tarech menanggapi pernyataan Jaid. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads