Aksi ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dari kelompok pecinta alam (Mapala).
"Di pagar ada tulisan listrik tegangan tinggi. Tapi kan badak buta huruf. Justru habitat badak sebagai binatang terlindungi semakin sempit. Tidak bisa berkembang biak dan mengancam populasi badak,“ kata koordinator aksi Wito Dwi Prawiro di sela-sela demo di Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan Ganggu Badak. Jaga Ekosistem Ujung Kulon," teriak para mahasiswa seperti terbaca dalam poster-posternya.
Mahasiswa mendesak Menteri Kehutanan, Pemda Banten untuk menghentikan dan membatalkan proyek pemagaran taman Ujung Kulon. Proyek ini hanya menghilangkan hutan Ujung Kulon seluas 4.000 hektare untuk proyek pagar listrik.
Hingga pukul 11.30 WIB, aksi tersebut masih berlangsung. Tidak ada pengamanan berarti dari petugas Kepolisian. Sementara itu, arus lalu-lintas terpantau lancar.
(Ari/aan)










































