6 Poin Konspirasi Capres Pilihan AS Versi MMI
Senin, 12 Jul 2004 14:08 WIB
Jakarta - Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) memaparkan 6 poin konspirasi tingkat tinggi yang dilakukan pemerintah AS untuk mengintervensi Pilpres di Indonesia. Dan juga mendesain agar presiden yang terpilih sesuai dengan kepentingan AS."Kesimpulannya, SBY merupakan capres pilihan AS. Karena dia dianggap sebagai pimpinan terbaik dalam masa transisi demokrasi di Indonesia."Demikian kata Ketua Departemen Data dan Informasi MMI Fauzan Al Anshari kepada detikcom dan radio VHR usai menjenguk Abu Bakar Ba'asyir di ruang tahanan khusus Polda Metro Jaya, Senin (12/7/2004)."SBY dianggap sebagai partner kunci untuk memerangi teroris di Indonesia. Dia lah yang dipilih AS, bukan Wiranto, Mega, maupun Amien," ujarnya.Dipaparkan Fauzan, ada 6 poin data-data yang dikumpulkan MMI yang menyimpulkan adanya intervensi AS dalam Pilpres di Indonesia.1. Kasus Ba'asyir. Pada 10 maret 2004 ada pertemuan antara Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Tom Ridge dengan Presiden Mega dan Menko Polkam saat itu SBY. Ridge meminta Indonesia untuk tetap menahan Ba'asyir. Sebab bila Ba'asyir bebas pada 30 April 2004, maka Ba'asyir akan leluasa mengajak umat Islam memilih presiden yang tidak disukai AS, yang lebih dekat dengan aspirasi Islam militan, yaitu Amien Rais.2. Pertemuan Dubes AS Ralph L Boyce dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif pada 28 Maret 2004. Tujuannya agar melobi Ketua MA dan Kapolri agar tidak mengeluarkan Ba'asyir dari tahanan. Permintaan itu kemudian ditolak Syafi'i Ma'arif.3. Disebarkannya isu teror bom di 5 kedubes asing di Indonesia, yakni AS, Belanda, Inggris, Spanyol, dan Australia untuk mengesankan Indonesia tidak aman. Ini merugikan capres tertentu yang dianggap lebih dekat dengan kalangan Islam dan aktivis dakwah Islam. Sehingga bisa menjadi teror psikologis yang bisa merugikan konstituen capres tertentu yang datang dengan kelompok Islam garis keras, yaitu Amien Rais.4. Bantuan ratusan ribu dolar kepada LSM tertentu, khususnya Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan PeneranganEkonomi Sosial (LP3ES) untuk melakukan polling yang hasilnya mendukung capres pilihan AS.5. Qiuck count yang metodologinya masih dipertanyakan dan desain sampelnya harus dipertanggungjawabkan karena tidak transparan.6. Perubahan statistik up dating KPU yang beberapa hari kemarin tidak bisa diakses. Kemudian bisa diakses, tapi ada perubahan data dari TPS. Ini menunjukkan indikasi ada konspirasi tingkat tinggi yang mempengaruhi Pilpres sehingga hasilnya sesuai kepentingan AS.
(sss/)











































