Presiden SBY telah resmi menunjuk Marciano sebagai kepala BIN yang baru menggantikan Sutanto. Tentu pria kelahiran Banjarmasin 28 Oktober 1954 ini, telah ditunggu sederet persoalan intelijen yang mayoritas terkait terorisme.
Momentum ditunjuknya Marciano sendiri tidak lama setelah UU Intelijen disahkan di rapat paripurna DPR Selasa pekan lalu. Terlepas kontroversi yang menyelimutinya, banyak yang berharap dari UU intelijen yang baru tersebut karena di situ dijabarkan kewenangan yang lebih luas untuk melakukan penindakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Marciano harus dapat memanfaatkan revisi Undang-undang intelijen kemarin itu. Apalagi dia bukan orang yang baru di dunia intelijen," tutur pengamat intelijen Wawan Purwanto kepada detikcom, Rabu (19/10/2011).
Wawan mengatakan, Marciano saat ini hanya tinggal menikmati buah perjuangan panjang dari upaya untuk melakukan revisi Undang-undang intelijen.
"Di atas kertas, Marciano tugasnya lebih mudah. Ya kita tunggu saja," tutur Wawan.
(fjp/feb)











































