Menteri yang pernah menjabat sebagai Gubernur Gorontalo ini tiba-tiba datang ke Istana, Selasa (18/10) saat Presiden SBY mengadakan audisi menteri baru yang berasal dari Papua, Bert Kambuaya.
Fadel tiba-tiba datang dengan wajah tegang, sambil sibuk menelepon. Dari obrolan teleponnya, samar-samar terdengar dia sedang membahas rencana kunjungannya ke Lombok hari ini. Setelah sibuk menelepon beberapa saat, Fadel bersedia menjawab pertanyaan para wartawan.
"Saya Fadel Muhammad siap menyatakan di dalam atau di luar demi kerja untuk negara. Pak Fadel pernah kerja jadi gubernur, pernah di mana-mana. Pak Fadel tidak keberatan di dalam maupun di luar," papar Fadel serius.
Fadel yang mengenakan safari warna abu-abu ini terlihat tegang saat menjawab pertanyaan wartawan. Namun Fadel tetap menegaskan bahwa dia siap bertugas di mana pun.
"Tidak ada perasaan hard feeling, saya cinta negara ini untuk membantu siapa saja yang bertugas. Di dalam atau di luar saya siap," Fadel berjanji.
Saat ditanya tentang Cicip, orang yang dikabarkan akan menggantikannya di Kementerian DKP, Fadel menunjukkan rasa ketidaksukaannya. "Saya enggak tahu, kalian tanya Pak Cicip. Masak kamu tanya dia, kamu suruh saya," elak Fadel sembari berlalu meninggalkan wartawan dan menuju Kantor Presiden.
Di Kantor Presiden, Fadel tidak langsung masuk. Dia tampak ngobrol serius dengan beberapa Paspampres yang menjaga Kantor Presiden. Fadel awalnya tidak diperkenankan masuk lantaran di dalam sedang ada audisi calon Menteri Negara Lingkungan Hidup. Namun setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Fadel bisa masuk Kantor Presiden, meski tidak lama.
Tak lama kemudian, Fadel keluar lagi. Waktu menunjukkan hampir memasuki adzan Maghrib. Melihat Fadel pulang dengan 'tangan hampa', para jurnalis pun langsung mengejarnya. Ternyata, Fadel tidak ditemui Presiden SBY.
Apakah Fadel memang tidak diundang SBY? Fadel tidak menjelaskannya. Bahkan Fadel juga enggan menjelaskan apakah dirinya memang benar-benar telah mendapat 'tanda aman' dari sang presiden.
"Sudahlah, saya kira sudah selesai nggak ada masalah apa-apa. Nggak ada masalah apa-apa. Saya kan nggak ada masalah apa-apa, gimana sih," kata Fadel dengan serius.
"Saya bekerja bertugas. Saya nggak ada hubungan sama reshuffle, saya nggak pernah berpikir reshuffle. Saya di luar, di dalam tetap bekerja," lanjut Fadel.
Fadel menunjukkan keseriusannya dalam bekerja. Bahkan Rabu 19 Oktober hari ini, Fadel akan terbang ke Lombok untuk mengurus perbatasan yang bermasalah dengan Malaysia.
"Saya kan bekerja terus. Tidak ada perubahan apa-apa kan tadi bawa map biru? Saya akan segera berangkat ke Lombok besok. Saya kerja dan tidak pernah berpikir reshuffle. Terima kasih ya," kata Fadel yang langsung melenggang pulang.
Pihak Istana pun berkometar soal kedatangan Fadel yang misterius ini. Fadel tidak ditemui Presiden lantaran waktunya mepet dengan waktu salat Maghrib, sementara Presiden belum selesai melakukan audisi menteri.
"Karena waktunya mepet. Karena tadi Bapak masih menemui Bapak Kambuaya sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup. Waktunya mepet masuk Maghrib," kata Juru Bicara Presiden Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha.
Usai ke Istana, Fadel ternyata mengirimkan SMS kepada para wartawan, yang berisi bahwa dia tetap berada di KIB II. "Saya tetap di posisi," tulis Fadel dalam SMS.
Namun, dua jam berikutnya, tepatnya pukul 20.00 WIB, Presiden akhirnya mengumumkan resshuffle kabinet. Beberapa menteri termasuk Fadel kena reshuffle.
Mendengar kabar ini, Fadel pun merasa heran. Dia pun protes.
"Kok keputusannya begitu? Bilang saja kepada semua media Pak Fadel nggak tahu kok bisa begitu," keluh Fadel kepada detikcom.
Posisi Fadel digantikan Wakil Ketua Umum Golkar Sharif Cicip Sutardjo. Sharif adalah orang kepercayaan Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Golkar.
Kenapa Fadel di-reshuffle? "Dia sebenarnya kalah di dalam Golkar sendiri. Agung dan Cicip masih memiliki posisi tawar yang kuat di Golkar," ujar sumber detikcom, Selasa (18/10).
Tidak hanya itu, SBY sendiri dikabarkan memang tidak berkenan dengan Fadel Muhammad. Hal itu diperkuat saat Presiden SBY membatalkan rencananya untuk menutup acara Sail Belitung. Bahkan ketika kemarin Fadel ke istana, SBY pun tidak bersedia menemuinya.
"Selain itu, Presiden mendapatkan surat laporan tentang Fadel. Belum jelas soal apa, laporan itu," terang sumber tersebut.
Namun surat tersebut diduga terkait sengketa tanah UIN Syarief Hidayatullah yang menyeret nama Fadel Muhammad.
(anw/feb)











































