Jimmy pun Panen Kargo Belanjaan Jamaah Haji

Laporan dari Arab Saudi

Jimmy pun Panen Kargo Belanjaan Jamaah Haji

- detikNews
Selasa, 18 Okt 2011 23:09 WIB
Jimmy pun Panen Kargo Belanjaan Jamaah Haji
Madinah - Jimmy berdiri di mulut Hotel Isroq dan Shrouq yang bersebelahan. Di dekatnya tampak gunungan kecil paket dari calon jamaah haji Indonesia yang menginap di hotel itu, tak jauh dari Masjid Nabawi.

Jimmy pekerja di Al Farkhan Cargo yang berpusat di Jeddah dan Halim, Jakarta Timur. Di musim haji seperti ini perusahaannya sedang kebanjiran order. "Kalau jamaah haji reguler, 1 kg 10 riyal," ujar Jimmy, Selasa (17/10/2011), sambil menimbang paket jamaah. Gunungan paket di sekitarnya total berjumlah 95 kg.

Mudah bagi Jimmy menggaet konsumen. Dia sudah banyak menjalin kerjasama dengan pembimbing KBIH, yang bisa meneleponnya saban waktu. Setiap kg kiriman, pembimbing mendapat persen 2 riyal. "Pokoknya yang masuk ke saya 8 riyal/kg," katanya. Persen untuk pembimbing ONH Plus lebih besar lagi, bisa 7 riyal/kg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di musim haji seperti ini, Jimmy bisa mendapat paket dari konsumen 2 ton per hari. Di luar musim haji, butuh waktu seminggu untuk mendapat order 2 ton.

Paket konsumen yang diterima di siang hari akan dipacking di tengah malam di markas mereka di dekat Masjid Qiblatain, lalu dikirim ke Jeddah. Paket kargo itu diterbangkan ke Indonesia dengan SQ dan Emirates.

Jamaah haji reguler biasanya mengirim paket berisi kurma dan sajadah. Sedang haji ONH Plus mengirim karpet indah.

Bisnis kargo bukannya tanpa risiko. Bila ada jamaah yang komplain barangnya belum/tidak sampai, Jimmy dkk harus menggantinya sesuai aturan. Saat ini, perusahaannya telah menyetok kurma, sajadah, kerudung dan item yang lazimnya dikirim ke Tanah Air. Bila ada komplain, stok itu digunakan untuk mengganti.

Menurutnya, pengiriman kargo dari Madinah di Jabotabek, mayoritas daerah tujuan, makan waktu 10 hari. Sedang luar Jabotabek bisa 20 hari. Sedang pengiriman dari Makkah akan makan waktu lebih lama karena akan ada hari libur 10 hari di masa puncak haji.

Jimmy sudah 6 tahun bergabung di Al Farkhan Cargo. Bila tidak musim haji, dia ditempatkan di Kota Al Qassim, 650 km dari Madinah. "Satu musim haji saya mendapat pendapatan 25 ribu-30 ribu riyal," ungkapnya. Tentunya ini angka cukup besar, 1 riyal = Rp 2.500.



(nrl/fjp)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads