Konferensi Internasional AIDS Digelar di Thailand
Senin, 12 Jul 2004 13:45 WIB
Jakarta - Forum terbesar dunia tentang AIDS digelar di Bangkok, Thailand. Konferensi internasional ini dibuka di tengah peringatan akan kurangnya dana dan kepemimpinan yang bisa menimbulkan ancaman krisis kesehatan di benua Asia. Sekjen PBB Kofi Annan menyerukan para pemimpin dunia untuk melaksanakan janji merela untuk memerangi wabah AIDS. Demikian disampaikan Annan dalam pidato pembukaan Konferensi AIDS Internasional ke-15 di Bangkok, seperti diberitakan Associated Press, Senin (12/7/2004).Dalam pidatonya, Annan menekankan bahwa perang melawan HIV/AIDS membutuhkan kepemimpinan dari semua bagian pemerintah. "AIDS lebih dari krisis kesehatan. Ini juga ancaman bagi pembangunan itu sendiri," tukas Annan.Wabah mematikan AIDS selama 23 tahun ini telah merenggut lebih dari 20 juta jiwa. Penyakit yang belum ada obatnya ini juga mengancam sekitar 38 juta orang yang hidup dengan virus Human Immunodeficiency Virus (HIV).Pada tahun 2003 lalu saja, tercatat hampir lima juta orang terinfeksi HIV. Ini jumlah infeksi HIV terbesar dalam satu tahun. Para pakar telah mengingatkan bahwa HIV/AIDS di Asia berpotensial melampaui bencana di negara-negara Afrika yang paling parah terkena wabah penyakit ini, seperti Swaziland dan Botswana, yang tingkat infeksi HIV-nya nyaris mencapai 40 persen dari jumlah penduduk.Thailand, yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi AIDS tahun ini, pernah mendapat banyak pujian setelah dengan cepat membagikan kondom dan meluncurkan program-program anti-HIV, saat epidemi tersebut mulai menyebar luas pada pertengahan tahun 1980-an silam.Namun pemerintahan Perdana Menteri Thaksin Sinawatra itu dikritik dalam laporan PBB pekan lalu, atas pengurangan dana untuk memerangi penyakit AIDS. Diingatkan PBB bahwa langkah tersebut berpotensial menimbulkan peningkatan penderita AIDS.
(ita/)











































