"Soal antusias masyarakat, bicara dengan Walikota Palembang dan Walikota Padang itu malah antre banyak sekali. Nah, yang ideal peralatan itu bisa 4 kali dari yang sekarang, tapi basis kita dianggaran kan cuma dua (alat) per kecamatan jadi kewalahan di kota-kota besar," kata Mendagri Gamawan Fauzi.
Hal itu disampaikannya dalam Rakornas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam rangka evaluasi & percepatan pelaksanaan pelayanan E-KTP di 197 Kab/Kota tahun 2011, di Hotel Red Top, Pecenongan, Jakarta Pusat, Selasa (18/10/2011).
"Maka sekarang jalan keluar yang kita pilih setelah semua peralatan ini di-update ke semua daerah, maka kita minta bantuan dari konsorsium membantu meminjamkan dua ribu alat lagi yang akan kita coba mentransfer ke kota-kota besar itu," imbuh Gamawan.
Kesulitan kedua yang dihadapi dalam proyek ini, lanjut Gamawan, adalah kurang optimalnya peralatan. Termasuk di dalamnya sistem jaringan yang tidak menyala. Namun Gamawan menjanjikan akhir bulan Oktober ini tidak akan ada toleransi bagi konsorsium untuk memaksimalkan peralatan dan jaringan.
"Sekarang kita maksimalkan dulu karena di beberapa daerah minimal bisa 150 orang per hari minimal jika alat itu berjalan baik. Bahkan bisa mencapai 300-an orang. Kita tidak tahu perkembangannya di beberapa daerah. Tapi yang jelas masyarakat antusias sekali," tutur mantan Gubernur Sumatera Barat ini.
(feb/nwk)











































