"Termasuk mengenai polemik wakil menteri, kritikan tersebut seharusnya didengarkan. Tambun, gemuk, terlalu besar dan seterusnya," kritik Priyo.
Hal ini disampaikan Priyo kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita semua memang terperanjat. Tetapi itu maunya Bapak presiden. Bahwa itu perpresnya diteken pada saat beliau menginginkan adanya perombakan kabinet, tapi tetap sah bahwa perpres tersebut yang neken Presiden SBY. Karena itu kita berpandangan positif saja. Nyatanya dalam perpres yang baru itu tidak melanggar aturan," terang Priyo.
Ia mengaku lebih heran lagi melihat beberapa nama calon wakil menteri. Meski ia menolak menyebut wakil menteri yang dipandangnya belum pantas.
"Saya tahu bahwa dalam beberapa hal agak terkejut sekaligus tersenyum juga, ternyata maunya presiden seperti itu. Ya sudah. Lebih baik kita mantuk-mantuk sajalah," katanya.
"Karena memang nama-nama yang mungkin dipertimbangkan selain pertimbangan profesionalisme, juga ada pertimbangan lain supaya bisa mengakomodasi banyak hal untuk kepentingan yang lebih besar. Mungkin saja ya. Anda juga akan tahu apa maksudnya," jelasnya.
(van/gun)











































